WHAT'S NEW?
Loading...

Piknik ke Pulau Sempu

Spanduk larangan melakukan kegiatan wisata di Pulau Sempu

"Kerjo terus, kapan dolane? Dolan terus, kapan kerjone?" "Kurang piknik". Istilah-istilah tersebut menggelayuti pikiran teman-teman kantor termasuk saya menjelang akhir tahun lalu dan awal tahun ini (2016, red.). Akhirnya muncul sebuah kesepakatan di antara teman-teman untuk mengadakan liburan kecil-kecilan secara mandiri. Dan sayapun mengusulkan untuk piknik ke Pulau Sempu. Sekedar info, Pulau Sempu ini berada di wilayah Kabupaten Malang bagian Selatan (lihat peta). Spot yang akan kita kunjungi adalah Segara Anakan.
Pertimbangan untuk mengunjungi pulau sempu karena ada beberapa faktor, yaitu semi petualangan dan berwisata atau berpiknik. Saya menyebutnya semi berpetualang karena akan menempuh jalan setapak dengan berjalan kaki yang jaraknya lumayan jauh (kalo tidak salah menurut guide sekitar 2,5 s.d. 3 Km).
Rencana awal, kita akan menginap semalam di Pulau Sempu. Namun karena alasan keluarga, durasi piknik kita hanya sehari tanpa bermalam.

Dan perjalananpun dimulai.

Bekal, Peralatan, dan Perlengkapan
Karena kami tidak bermalam, maka diputuskan untuk tidak membawa tenda, dan alat penerangan. Air minumpun tidak terlalu banyak, dua botol besar air untuk masing-masing peserta sudah cukup banyak. Untuk antisipasi hujan, disarankan membawa mantel atau jaket tahan air. Alas kaki adalah sesuatu yang penting untuk melindungi kaki agar tidak terluka saat menginjak bebatuan karang dan ranting pepohonan di sekitar jalan setapak. Dan yang jangan dilupakan adalah perlengkapan sholat, baju ganti dan tikar untuk alas duduk.
Dasar memang piknik, ternyata muatan kita berlebihan. Dan bisa ditebak, muatan kita berlebih ada pada bekal. Yup, nasi yang kita bawa terlalu banyak, padahal sudah membawa mie instan. Idealnya, saat perjalanan menyusuri jalan setapak kedua tangan kita bebas dari barang bawaan. Artinya semua kebutuhan telah masuk tas dan perlengkapan terpakai sempurna. Sehingga kedua tangan akan leluasa membantu anggota tubuh lainnya untuk keseimbangan perjalanan. Mengingat medan jalan setapak yang dilalui naik turun, miring, dan tentunya banyak rintangan.

Transportasi
Ada beberapa alternatif untuk menuju ke Pulau Sempu. Titik awalnya adalah Subterminal Gadang Kota Malang. Untuk menuju ke subterminal Gadang bisa naik angkot yang serinya berakhiran G (misal: AG, dll) dari terminal utama Arjosari atau sebterminal lain di Kota Malang. Dari subterminal Gadang, naik bus atau minibus ke terminal Turen. Kemudian dari Turen, naik mikrolet warna biru muda menuju Sendang Biru. Alternatif lain, Anda bisa sewa mobil dari subterminal Gadang langsung menuju Sendang Biru. Perjalanan dari subterminal Gadang menuju Sendang Biru memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam dengan kecepatan normal dan bergantung kondisi jalan.
Kami dengan teman kantor sejumlah 15 orang sepakat menyewa truk milik Angkatan Laut untuk mengantar kami berangkat dan pulang dari Pulau Sempu. Perahu adalah transportasi yang digunakan untuk menyebrang dari Sendang Biru. Untuk perahu ini Anda tidak perlu mencari, cukup siapkan biayanya saja.

Tiba di Sendang Biru
Kami langsung menuju TPI, tempat pelelangan ikan untuk membeli ikan segar yang akan dibakar saat di Pulau Sempu nanti dan sebagai oleh-oleh keluarga di rumah.
Setelah cari ikan segar, selanjutnya menuju pos Perhutani. Yup, di pos ini Anda dan rombongan akan diberi pengarahan tentang cagar alam Pulau Sempu, ditarik retribusi, diberikan guide sebagai penunjuk jalan dan pendamping tim Anda di perjalanan hingga kembali ke Sendang Biru. Setiap 1 hingga 10 orang pengunjung akan diberikan seorang guide. Kami sejumlah 15 orang didampingi 2 orang guide. Dan guide inilah yang akan mencarikan perahu untuk menyebrang bagi rombongan Anda. Sama halnya dengan guide, satu perahu hanya cukup untuk ditumpangi 10 orang anggota rombongan. Kami sejumlah 15 orang harus menyewa 2 perahu untuk menyebrang.
Oh iya, untuk biaya sewa perahu adalah Rp. 150 ribu (PP) dan jasa guide Rp. 100 ribu perorang perhari. Kalau bermalam, tambah biaya.

Bersambung,...

0 komentar:

Posting Komentar